P3SEKPI Publication Info

Publication of our researchers will contribute to the world.

Kebijakan Reklamasi Pantai Utara Jakarta: Tinjauan Kritis untuk Perbaikan Kebijakan

  • View : 112
  • Download : 133

Realisasi pelaksanaan reklamasi Pantai Utara Jakarta (PUJ) masih memerlukan kajian yang mendalam karena munculnya persoalan hukum, teknis, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Persoalan hukum ditandai dengan pelaksanaan pembangunan reklamasi berjalan lebih dahulu sebelum terbit peraturan perundangannya. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelaksanaan Reklamasi PUJ terhenti karena adanya operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap dalam proses pembahasan Raperda tersebut. Selain itu perizinan reklamasi di Pulau G telah dibatalkan oleh Pengadilan Tata Uaha Negara (PTUN). Persyaratan teknis berupa material urugan yang digunakan masih belum jelas terkait dengan spesifikasi dan sumber pengambilannya (quary). Persoalan sosial muncul karena penggusuran kampung nelayan dan nelayan kesulitan untuk menambatkan perahunya sehingga lokasi penambatannya jauh dan meningkatkan biaya bahan bakar minyak (BBM) operasionalnya. Persoalan ekonomi ditandai dengan tingkat keuntungan yang tinggi diperoleh pengembang dengan menjual lahan hasil reklamasi antara Rp22juta - Rp35juta per meter² dan tidak ada kepentingan publik didalam pemanfaatan hasil reklamasi. Persoalan lingkungan hadir ketika dampak pembangunan reklamasi PUJ yang luas dan masif kepada wilayah tetangganya (Kabupaten Bekasi dan Provinsi Banten) tidak menjadi pertimbangan karena Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dibuat secara parsial dan disyahkan sendiri oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta sehingga ada konflik kepentingan dalam pengesahannya.  Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, maka proyek reklamasi PUJ perlu dikaji dan dievaluasi ulang oleh Tim Independen dan hasil kajian tersebut dapat digunakan oleh pemerintah pusat untuk memutuskan apakah proyek reklamasi dilanjutkan atau dihentikan. Keputusan pemerintah untuk melanjutkan proyek reklamasi tanpa disertai dengan kajian tim independen akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah di kemudian hari.

Penulis : Dr. Ir Subarudi M.Wood.Sc
Anggota :
Dr. Ir Sulistya Ekawati M.Si
Drs Lukas Rumboko Wibowo M.Sc. Phd
Penulis lain :

More Info

  • Type : Policy Brief
  • ISBN :
  • Publisher : P3SEKPI
  • Year : 2016

Copyrights © 2020 P3SEKPI. All Rights Reserved