P3SEKPI Publication Info

Publication of our researchers will contribute to the world.

Jenis Pohon Potensial untuk Pengembangan Hutan Kota

  • View : 125
  • Download : 146

HUTAN dan KOTA, adalah dua kutub isu yang selalu menggeliat di dalam fenomena pembangunan dewasa ini, karena hutan mempunyai ekspresi ke arah konservasi, sedangkan kota ke arah ekspansi. Keduanya ternyata merentangkan benang merah dalam pembangunan secara berkesinambungan, antara jawaban atas tuntutan dan tantangan ruang, terhadap waktu yang dihadapi (Samsoedin dan Waryono, 2010). Meningkatnya jumlah penduduk, serta bebanbeban pembangunan wilayah termasuk di dalamnya tumbuh berkembangnya pemukiman, industri dan pusat-pusat kegiatan kota, cenderung menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat perkotaan itu sendiri, akibat semakin meningkatnya lingkungan fisik kritis perkotaan. Wilayah perkotaan di Indonesia, terutama kota-kota pantai seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Ujung Pandang, dicirikan oleh tiga kriteria yaitu: (a) terdegradasinya wilayah daratan dalam bentuk zona (region) wilayah “intrusi air laut”; wilayah “pengendapan” dan wilayah “kikisan”; (b) meningkatnya spot-spot panas kota, dan (c) semakin terdesaknya kawasan
hijau akibat lajunya pertumbuhan wilayah perkotaan. Kesadaran Pemerintah terhadap Lingkungan Fisik Kritis (LFK) dan kecenderungannya, melalui berbagai upaya telah dilakukan sejak tahun 1980-an. Langkah awal yang dilakukan, antara lain, diefektifkannya peranan institusi sektor hijau (Dinas Teknis Pekerjaan Umum dan Kehutanan) untuk menangani secara langsung dengan membangun dan mengelola kawasan hijau binaan dalam wujud “hutan kota”. Niat tersebut muncul atas dasar pertimbangan (a) peran, fungsi dan jasa biologis pepohonan, yang terbukti dan mampu melerai serta mengendalikan berbagai bentuk pencemaran dan sumbersumber penyebabnya, karena komunitas tumbuhan hutan kota dapat berfungsi sebagai paru-paru kota, (b) keterbatasan aset Pemda dalam hal penguasaan terhadap tanah akibat semakin meningkatnya harga tanah, (c) meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan tumbuh berkembangnya wilayah industri (sumber cemaran lingkungan), serta (d) meningkatnya jumlah penduduk dan tumbuh berkembangnya wilayah pemukiman, yang cenderung mendambakan kenyamanan lingkungan hidupnya.

Anggota :
Penulis lain :

More Info

  • Type : Policy Brief
  • ISBN :
  • Publisher : puspijak
  • Year : 2012

Copyrights © 2020 P3SEKPI. All Rights Reserved