P3SEKPI Publication Info

Publication of our researchers will contribute to the world.

Strategi Implementasi Instrumen Mitigasi Berbasis Pasar Berdasarkan Potensi dan Biaya Mitigasi

  • View : 125
  • Download : 107

Dalam menentukan strategi penerapan instrumen pasar karbon atau carbon value yang berdasarkan
biaya pengurangan emisi, Pemerintah dapat menggunakan kurva
biaya pengurangan emisi
(
marginal abatement cost curve atau MACC).
MAC memberikan petunjuk tentang biaya untuk mengurangi per unit emisi selama umur proyek
atau kegiatan mitgasi tertentu bila dibandingkan dengan biaya kegiatan yang menjadi baseline,
umumnya dinyatakan dalam satuan USD/ton CO2e. Untuk dapat menggunakan biaya mitgasi sebagai acuan strategi instrumen berbasis pasar secara optmal, Pemerintah perlu:

  1. Memfasilitasi pengumpulan data dan informasi tentang biaya mitgasi
    Bila dibandingkan dengan beberapa indikator lain, misalnya payback period, MACC lebih tepat untuk
    menjadi acuan pengambilan keputusan mitgasi karena mencerminkan biaya suatu opsi mitgasi selama umur proyek. Namun demikian perlu kehati-hatian dalam membangun MACC, misalnya dalam memilih asumsi biaya teknologi
    baseline.
    Untuk itu, Pemerintah perlu membangun database biaya teknologi, misalnya CAPEX dan OPEX untuk
    setap jenis aksi mitgasi. Selain bermanfaat untuk membangun MACC,
    database ini dapat dirujuk
    banyak pihak untuk melakukan perencanaan maupun pengambilan keputusan yang terkait.

  2. Merumuskan berbagai opsi insentf, termasuk jenis-jenis instrumen mitgasi berbasis pasar,
    sesuai dengan tngkat biaya dan potensi mitgasinya.
    Walaupun penerapan carbon price dapat mencakup keseluruhan potensi mitgasi, diperlukan pula kebijakan lain yang komplementer untuk menyikapi tantangan yang menghambat perwujudan aksi mitgasi. Misalnya dalam hal aksi mitgasi yang berbiaya negatf (biasanya adalah kegiatan efsiensi energi), masih banyak jenis kegiatan yang belum
    dilakukan walaupun di atas kertas menguntungkan secara ekonomi dan tergolong
    low-hanging fruit. Hambatannya bisa dari sisi biaya investasi yang tnggi, terbatasnya skema pembiayaan, kurangnya kapasitas teknis, dan lain-lain, sehingga diperlukan kebijakan ataupun program yang khusus untuk memungkinkan potensi mitgasi ini dikonversi menjadi pengurangan emisi. Beberapa opsi kebijakan/program untuk kegiatan yang berbiaya negatf ini adalah:

    • Bantuan teknis dari pemerintah untuk pengembangan studi kelayakan proyek.
    • Subsidi parsial dari pemerintah berupa pembayaran insentf berbasis kinerja (
    result-based payment) perunit pengurangan emisi. Untuk kegiatan yang berbiaya mitgasi rendah, pemerintah dapat menetapkan insentf yang cukup saja untuk memperbaiki kinerja ekonom proyek, misalnya mempercepat payback period. Perlu studi lebih lanjut untuk menetapkan tngkat insentf ini yang idealnya adalah lebih kecil dari nilai manfaat yang akan diterima masyarakat dari pengurangan emisi yang terjadi.
    • Pemberian insentf non-moneter, misalnya rekognisi, kemudahan mengakses pembiayaan, dan sebagainya.

Dalam hal kegiatan mitgasi yang biayanya tergolong tnggi, Pemerintah dapat menerapkan kebijakan atau program
dengan sasaran agar MAC-nya menurun dalam jangka panjang. Insentf ekonomi untuk kegiatan berbiaya mitgasi
tnggi sebaiknya tdak berasal dari anggaran negara tetapi dari
internatonal support, misalnya dengan cara melakukan kerjasama perdagangan karbon antar-negara yang khusus untuk kegiatan mitgasi berbiaya tnggi. Dengan asumsi bahwa kegiatan mitgasi tersebut tdak akan terlaksana tanpa insentf yang signifkan maka dapat dijustfkasi dampak dari transfer internasional hasil kegiatan mitgasi tersebut terhadap pencapaian NDC Indonesia.

Penulis : Dr. Raden Deden Djaenudin S.Si., M.Si.
Anggota :
Donny Wicaksono S.Hut., M.Sc.
Mohamad Iqbal S.Hut., M.Si.
Penulis lain :

More Info

  • Type : Policy Brief
  • ISBN :
  • Publisher : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  • Year : 2018

Copyrights © 2020 P3SEKPI. All Rights Reserved