P3SEKPI Publication Info

Publication of our researchers will contribute to the world.

Strategi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Kehutanan

  • View : 115
  • Download : 129

Sektor kehutanan masih merupakan pengemisi gas rumah kaca atau GRK (net emitter) yang umumnya berasal dari deforestasi dan degradasi serta kebakaran hutan. Sektor ini juga mempunyai potensi besar untuk menyerap karbon (removal) melalui penanaman pohon dan pertumbuhan hutan. Berbagai kegiatan penanaman telah dilakukan di Indonesia jauh sebelum isu peran hutan dalam mitigasi perubahan iklim berkembang. Besarnya emisi salah satunya dapat mengacu pada hasil perhitungan Second National Communication, SNC (KLH, 2009), yang menyatakan tingkat emisi tahun 2000 sebesar 1.377.754 juta ton CO2-e, secara keseluruhan dan 649.254 juta ton CO2-e untuk sektor LULUCF (Land Use, Land Use Change and Forestry). Besarnya emisi tersebut terutama berasal dari besarnya deforestasi. Beberapa faktor pemicu deforestasi dan degradasi yaitu penebangan liar; kebakaran hutan; dan konversi lahan hutan untuk kegiatan-kegiatan lain yang menghasilkan penutupan lahan dengan cadangan karbon yang lebih rendah seperti untuk perkebunan dan pertanian, pemekaran wilayah (kabupaten), pertambangan dan pemukiman. Kuantifikasi upaya menurunkan tingkat emisi perlu didasarkan pada pengurangan
source atau sumber emisi dari sektor kehutanan dan kegiatan peningkatan karbon stok atau sink seperti reforestasi, penanaman, penghijauan, dan lainya. Hal ini perlu diiringi dengan kebijakan yang mendukung, terkait penggunaan lahan dan insentif untuk parapihak yang berhasil mendukung upaya tersebut. Target pemerintah untuk menurunkan tingkat emisi 26% atau 14% untuk sektor kehutanan sampai tahun 2020 perlu kebijakan dan tindakan nyata di lapangan. Strategi penurunan tingkat emisi perlu didasarkan pada upaya-upaya pengurangan sumber-sumber emisi dari sektor kehutanan. Kajian ini bertujuan untuk menghasilkan strategi penurunan emisi melalui pemahaman terhadap sumber emisi (deforestasi dan degradasi) dan sumber serapan (pertumbuhan hutan dan penanaman seperti HutanTanaman Industri (HTI), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Rakyat (HR), Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN RHL), serta kegiatan lainnya. Implikasi kebijakan untuk mendukung hasil ini diharapkan dapat memberikan masukan atau input kebijakan agar tingkat emisi sektor kehutanan tahun 2020 dapat diturunkan, dan agar sektor kehutanan dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi global.

Penulis : Ir Ari Wibowo M.Sc
Anggota :
Penulis lain :

More Info

  • Type : Policy Brief
  • ISBN :
  • Publisher : puspijak
  • Year : 2011

Copyrights © 2020 P3SEKPI. All Rights Reserved