P3SEKPI Publication Info

Publication of our researchers will contribute to the world.

CUKUPKAH Rehabilitasi Hutan dan Lahan Nasional SEBAGAI JAWABAN UNTUK KOMITMEN PENURUNAN EMISI GRK KEHUTANAN?

  • View : 108
  • Download : 155

Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca telah dikeluarkan, tekad Pemerintah Indonesia untuk penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26% dengan usaha sendiri dan 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2020 dari kondisi tanpa adanya rencana aksi (bussines as usual/BAU) telah dijabarkan secara terinci.
Terkait dengan target tersebut, penurunan emisi dan peningkatan karbon stok dari sektor kehutanan mendapatkan porsi yang terbesar, yaitu hampir 88 persen, disusul limbah dan energy serta transportasi, masing-masing 6 dan 5 persen. Sedangkan pertanian dan industri masing-masing 1 persen dan kurang dari 1 persen. Implikasinya adalah, beban sektor kehutanan dalam penurunan emisi GRK nasional adalah yang terberat. Hal ini menunjukkan tingginya harapan sekaligus tantangan kepada Kementrian Kehutanan sebagai salah satu sektor berbasis lahan.
Sebagaimana disebutkan dalam sasaran strategis dan dijabarkan dalam Permenhut No. 10 tahun 2011 tentang Enam Kebijakan Prioritas Bidang Kehutanan Program Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan salah satu kebijakan prioritas. RHL ini terdiri dari Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL), Aksi Penanaman Serentak Indonesia (APSI), One Man One Tree (OMOT), One Billion Indonesia Trees (OBIT) dan Hutan Kemasyarakatan (Hkm).

Anggota :
Virni Budi Arifanti S.Hut., M.Sc. PhD
Dr. Raden Deden Djaenudin S.Si., M.Si.
Mega Lugina S.Hut., M.For.Sc.
Penulis lain :

More Info

  • Type : Policy Brief
  • ISBN :
  • Publisher : puspijak
  • Year : 2011

Copyrights © 2020 P3SEKPI. All Rights Reserved