Search
Profile
Collection
Collaborative Research

P3SEKPI - Join Research


No Project Name Project Desc
1 Enhancing community-based commercial forestry in Indonesia

Research Field : Sosial Ekonomi
Partner : ACIAR
Location : Bogor
More info

Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pengelolaan hutan secara komersial (CBCF) dapat meningkatkan kemakmuran petani dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat sekitar hingga kalangan industri. Tujuan tersebut kemudian diturunkan menjadi tiga tujuan khusus, yaitu:

  1. Peningkatan manfaat CBCF melalui penguatan jaringan bisnis petani
  2. Peningkatan kualitas dan kuantitas petani yang mampu membuat keputusan tentang pendekatan silvikultur CBCF yang sesuai
  3. Melakukan analisis dan reformulasi kebijakan untuk mendorong CBCF menjadi pilihan investasi yang menguntungkan bagi petani.

Kegiatan akan difokuskan pada hutan rakyat (HR) dan hutan tanaman rakyat (HTR). Lokasi kegiatan terdiri dari lima provinsi yaitu: Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Gorontalo, Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2 REDD+ Readiness Preparation Activities

Research Field : FCPF World Bank
Partner : FCPF World Bank
Location : Bogor
More info

Dekripsi lainnya FCPF REDD+ Readiness Preparation Activities

3 Badan Restorasi Gambut 2017

Research Field : Sosial Ekonomi
Partner : BRG
Location : Jambi dan Riau
More info

DevOps adalah serangkaian praktik yang mengotomatiskan proses antara pengembangan aplikasi dan tim pengembang agar mereka dapat melakukan proses build, test dan release perangkat lunak lebih cepat dan lebih handal. DevOps yang sudah berjalan dengan baik akan menghasilkan produk yang stabil dan meningkatkan nilai dari produk itu sendiri.

4 Kalimantan Forest and Climate Partnership (KFCP)

Research Field : Perubahan Iklim
Partner : Indonesia-Australia Forest Carbon Partnership
Location : Kalimantan
More info

Salah satu best practices dalam DevOps yaitu melakukan update produk yang kecil dan cepat. Dalam industri IT, ini bisa disebut dengan minor / patch update. Dengan melakukan update produk yang kecil, organisasi/perusahaan dapat melakukan inovasi lebih cepat bagi produknya, juga dapat melakukan rollback dengan mudah jika ditemukan bug yang tidak ter-cover oleh automated testing maupun tim QA.