Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Kajian Dampak Peraturan Perdagangan Nasional Dan Internasional Terhadap Perdagangan Hasil Hutan

Ketua: Elvida Yosefi Suryandari S.Hut, M.SE
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2016
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

DKI Jakarta


Abstrak Penelitian

Kesepakatan ekonomi regional ASEAN berujung pada MEA yaitu pasar tunggal dan basis produksi dimana terjadi aliran bebas baik barang, jasa, dan tenaga kerja terlatih (skilled labour), dan investasi pada sektor prioritas termasuk industri berbasis kayu. berkurangnya hambatan perdagangan tariff maupun tariff diharapkan akan memberi kemudahan dalam meningkatkan volume perdagangan antar negara-negara ASEAN. Terkait hal tersebut diatas, maka tujuan kajian : (1) Mengidentifikasi hambatan perdagangan industry kayu (wood based industry) baik tariff dan non tariff antar negara ASEAN , (2) menganalisis dampak hambatan perdagangan industry kayu (wood based industry) terhadap kinerja perdagangan kayu Indonesia.

Lokasi penelitian di DKI Jakarta dan provinsi Jawa Timur. Pendekatan dilakukan dengan market share dan model gravitasi perdagangan. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder antara lain hambatan perdagangan internasional, data populasi negara ASEAN, jarak geografis antar negara ASEAN, dan GDP negara ASEAN.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum dampak integrasi ekonomi kurang berpengaruh terhadap produk kayu Indonesia, kecuali mulai tahun 2010 saat skema ATIGA digulirkan Saat itu tarif barang kayu dan furniture kayu 0%. Hambatan non tarif yang diidentifikasi adalah surat keterangan asal kayu sebagai syarat bebas bea masuk dan sertifikasi legalitas kayu. Hambatan perdagangan level industri : peraturan yang mudah berubah seperti SVLK dan Persetujuan Import yang memeepngaruhi kepastian usaha. Sedangkan pada sisi produksi : masalah bahan baku dan perijinan, peraturan SIPUHH online, modal dan pengetahuan ekpor impor (UKM). Market share kayu didominasi negara Malaysia dan Thailand, demikian juga furniture kayu. Di luar ASEAN Indonesia memiliki pasar yang baik. Hasil sementara peningkatan perdagangan kayu Indonesia dipengaruhi oleh faktor GDP real negara mitra dan rasio populasi Indonesia terhadap mitra. Perlunya peningkatan daya saing produk kayu dan kebijakan perdagangan yang berpihak industri kayu.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference