Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Pendekatan Lanskap Dalam Implementasi Perhutanan Sosial Lingkup DAS (Lanskap DAS)

Ketua: Donny Wicaksono S.Hut., M.Sc.
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2016
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

Gorontalo, Lampung


Abstrak Penelitian

Dalam upaya menciptakan pengelolaan kehutanan yang baik, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuat program perhutanan sosial. Program perhutanan sosial bertujuan untuk mengikutsertakan dan memberdayakan masyarakat untuk mengelola hutan secara baik sehingga masyarakat dapat mengambil manfaat dari hutan bagi kesejahteraan hidupnya dan berperan aktif menjaga kelestarian hutan. Implementasi Perhutanan Sosial harus dirumuskan dan dilakukan secara optimal, baik dan berkelanjutan untuk dapat dimanfaatkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat, mampu mempertahankan kelestarian hutan sebagai sumber kekayaan keanekaragaman hayati dan regulator alami tata air dalam pemenuhan ketahanan air, pangan dan energi. Penelitian ini bertujuan melakukan penaksiran potensi keanekaragaman hayati, melakukan analisis sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dan melakukan penaksiran potensi air dari implementasi Perhutanan Sosial. Penaksiran potensi keanekaragaman hayati dilakukan dengan membangun plot ukur, menginverntarisasi tegannya dan menganalisis potensinya. Analisis sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dilakukan dengan metode wawancara FGD dan pengamatan langsung. Penaksiran potensi air dilakukan dengan pengukuran langsung parameter sungai di lapang, menghitung debit dan Koefisien Regime Sungai. Hasil yang diperoleh adalah potensi keanekaragaman hayati tercatat 22 jenis pohon berdiameter ≥ 10 cm dan berjumlah 204 pohon, tergolong dalam 14 suku dimana suku yang mempunyai jenis terbanyak adalah Lauraceae. Jenis-jenis yang dominan berturut-turut adalah jambu-jambu/Tristaniopsis cf. stellata Ridl.(INP=31,91%), bula/Bridelia mutiflora Hook.f.(INP=25,54%), dan tolotio/Santiria laevigata Blume (INP=21,98%). Sedangkan kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat diperoleh hasil bahwa masyarakat membutuhkan dukungan dari Pemerintah dalam bentuk peraturan kebijakan, pendampingan yang berkelanjutan untuk menjadi lebih maju. Potensi air dari HKm Bukit Harapan Gorontalo debitnya berkisar antara 0,022 m3/detik sampai 0,315 m3/detik pada musim kemarau. Sedangkan pada musim penghujan berkisar antara 0,855 m3/detik sampai 6,969 m3/detik. Nilai Koefisien Regime Sungai pada HKm Bukit Harapan Gorontalo yaitu sebesar 317,329 menunjukkan kondisi DAS yang tidak baik sebagai pengatur aliran sungai. Potensi air dari HKm Binawana Lampung debitnya berkisar antara 0,048 sampai 1,376 pada daerah hulu mata air dan  0,007 m3/detik sampai 0,138 m3/detik di sungai setelah wilayah HKm. Koefisien Regime Sungai rata-rata pada HKm Binawana yaitu 33,190 menunjukkan kondisi DAS yang baik sebagai pengatur aliran sungai.

 

Keywords: perhutanan sosial, potensi keanekaragaman hayati, sosial ekonomi budaya, potensi air

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference