Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Sintesis Penelitian Integratif Pengembangan Hutan Kota pada Lanskap Perkotaan

Ketua: Dr. Ir Subarudi M.Wood.Sc
Sintesis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2014
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

Abstrak Penelitian

Pembangunan fisik di perkotaan, yang diharapkan dapat mensejahterakan kehidupan manusia, dalam perkembangannya telah menimbulkan permasalahan tersendiri akibat perencanaan yang kurang memadai. Pertumbuhan penduduk serta pembangunan infrastruktur untuk mendukung kegiatan ekonomi di perkotaan menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan seperti hilangnya ruang terbuka hijau, rusaknya fungsi resapan air, polusi air dan udara. Dalam pembentukan ekosistem perkotaan, interaksi yang diharapkan tidak terjadi adalah adanya kerusakan beberapa komponen ekosistem. Sebagai contoh, dari 226 danau/situ penampung air hujan di Jabodetabek, hanya 33 situ yang berfungsi baik dan sisanya rusak atau bahkan hilang berubah fungsi/direklamasi. Ekosistem danau/situ perlu menjadi prioritas dalam pengelolaannya karena merupakan bagian dari lingkungan perkotaan yang berfungsi sebagai pengatur iklim dan banjir maupun sebagai tempat resapan air. Permasalahan ekosistem perkotaan yang demikian kompleks telah mendorong Badan Litbang Kehutanan untuk secara konsisten mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka memperbaiki kerusakan ekosistem di perkotaan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) Hutan Kota pada Lanskap Perkotaan. Kegiatan litbang hutan kota terpadu melalui Program RPI 2: Hutan Kota pada Lanskap Perkotaan sudah dilaksanakan mulai tahun 2010 hingga 2013 dan diakhiri dengan pembuatan sintesisnya. Tujuan pembuatan sintesis ini adalah menyediakan data dan informasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menyediakan strategi kebijakan (Decision Support System) pengembangan hutan kota pada lanskap perkotaan dalam proses pengambilan keputusan. Sasaran yang akan dicapai meliputi: (1) Tersedianya rekomendasi terkait kebijakan pengembangan dan pengelolaan hutan kota; (2) Tersedianya rekomendasi terkait kelembagaan pengelolaan hutan kota; (3) Tersedianya rekomendasi kebijakan pengembangan hutan kota berbasis demografi; (4) Tersedianya rekomendasi tentang jenis-jenis pohon potensial untuk pengembangan hutan kota; (5) Tersedianya rekomendasi bentuk ideal pengembangan zonasi fungsi hutan kota di daerah pantai dan daratan tertutup; dan (6) Tersedianya rekomendasi terkait strategi pengembangan dan pengelolaan hutan kota. Sintesis hasil penelitian hutan kota ini menggunakan metode sintesis terfokus (a focused synthesis method). Burton (1979) dalam Danim (2000) menyatakan bahwa metode sintesis terfokus dapat dilakukan sebagai berikut: (i) membahas literatur terbaru yang tersedia dan dikaitkan dengan masalah-masalah utama atau fokus penelitian; (ii) tukar menukar pengalaman penelitian di lapangan; dan (iii) mendiskusikan dengan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Hasil sintesis menegaskan bahwa kebijakan pengembangan dan pengelolaan hutan kota dapat lebih dipercepat dengan melakukan revisi terhadap PP No. 63/2002 tentang Hutan Kota karena 6 (enam) jenis peraturan perundangan yang menjadi dasar keluarnya PP tersebut telah berubah dan diganti dengan yang baru berikut dengan perihal dan isinya. Revisi PP No. 63/2002 perlu diikuti dengan revisi peraturan turunannya, yaitu Permenhut No. P.71 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Hutan Kota karena isinya hampir sama dengan

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference