Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Modeling dampak perubahan iklim terhadap sosial ekonomi masyarakat di dalam dan di sekitar hutan

Ketua: Drs Lukas Rumboko Wibowo M.Sc. Phd
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2013
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

DAS Cipunagara

Bagian hilir: Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara

Bagian tengah: Desa Cijambe, Kecamatan  Cijambe

Bagian hulu: Desa Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang


Abstrak Penelitian

Perubahan iklim (PI) telah berdampak pada berbagai sektor dan aspek kehidupan seperti perikanan, pertanian  dan kehutanan. Dampak PI  dapat berupa bencana klimatis yang pada gilirannya juga berdampak terhadap kehidupan social ekonomi masyarakat, namun dampak PI juga dapat bersifat langsung terhadap social ekonomi masyarakat. Dampak perubahan iklim bervariasi berdasarkan species, sistem, waktu dan wilayah spasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk: pertama, mengkaji tentang estimasi kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim pada suatu wilayah spasial berbasis DAS  yang meliputi hulu, tengah dan hilir; kedua,  menganalisis strategi adaptasi masyarakat pada suatu wilayah spasial berbasis DAS  yang meliputi hulu, tengah dan hilir; ketiga, mengkaji kebijakan prioritas yang dapat meningkatkan kapasitas adaptasi sekaligus menurunkan tingkat kerentanan masyarakat. Secara realitas, kehidupan masyarakat tidak terpisah dengan nature atau alam, mereka hidup dalam jalinan interaksi yang kuat antara sector kehutanan, pertaian dan perikanan tergantung dalam karakteristik wilayah bio-fisik sapsial dimana mereka tinggal.  Saat ini, belum banyak studi  di tingkat sub-nasional dan tapak yang mengkaji pemodelan dampak perubahan iklim dalam kontek  relasi antara masyarakat dengan alam, terutama terkait dengan bencana klimatis, kerentanan dan proses adaptasi masyarakat di sekitar hutan. Pemodelan di sini  dimaksudkan berupa  suatu model  spasial yang lebih menekankan pada perhitungan tingkat  kerentanan dan proses adaptasi dari perspektif soio-spasial. Sebagaimana pendapat Christmann (2012) bahwa terdapat sosio-spasial variasi terkait dengan bagaimana para aktor memaknai dan mengantisipasi bahaya. Mereka berpendapat bahwa konstruksi kerentanan berkembang berbeda secara dinamika socio- spasial dari waktu ke waktu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara  (semi-structured interviews) yang kemudian divalidasi dan diverifikasi dengan data sekunder (laporan, jurnal dan makalah ilmiah lainnya) dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan deskriptif-spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kerentanan bio-fisik maupun sosial ekonomi masyarakat pesisir, terutama di wilayah hilir  (Desa Patimban) secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh proses modernisasi dan kapitalisasi tambak yang dilakukan sejak tahun 1980-an. Sementara, Demikian juga kerentanan masyarakat di  wilayah tengah (Desa Cijambe) dan hulu ( Desa Cimeuhmal). Revolusi hijau dan pembangunan yang bias urban merupakan beberapa faktor yang menyebabkan kerentanan masyarakat dikedua wilayah tersebut. Revitalisasi tambak misalnya, adalah kebijakan prioritas tetapi harus dengan frame baru untuk merombak  struktur penguasaan asset dan akses yang lebih adil bukan hanya orientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja yang hanya justru memperkuat struktur ketimpangan dan kerusakan ekosistem mangrove. Sementara kebijakan lain yang perlu dilakukan adalah penguatan pelembagaan dan kapasitas  penanganan bencana sampai di tingkat tapak, penguatan kelembagaan lokal dan peningkatan kapasitas  modal sosia masyarakat.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference