Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Kajian Pengurangan Emisi dari Penggunaan Bahan Bakar Nabati

Ketua: Dr. Ir Subarudi M.Wood.Sc
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2013
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

Jawa


Abstrak Penelitian

Dalam konteks perubahan iklim, hutan dapat berperan baik sebagai penyerap/penyimpan karbon maupun pengemisi karbon. Deforestasi dan degradasi meningkatkan emisi, sedangkan aforestasi, reforestasi dan kegiatan pertanaman lainnya serta konservasi hutan meningkatkan serapan.  Peranan hutan dalam mengatasi perubahan iklim juga dapat dilakukan dengan penggunaan bahan bakar nabati atau biomasa dari hasil pertumbuhan yang merupakan energi terbarukan (renewable resources) untuk menggantikan bahan bakar fosil. Meskipun potensi BBN Indonesia cukup besar, sampai saat ini perkembangannya terasa masih lambat.  Pengembangan BBN sebagai alternatif energi masih terkendala oleh kurangnya insentif dan murahnya harga BBM yang disubsidi.  Untuk itu, berbagai jenis tanaman penghasil BBN perlu dikaji untuk diketahui potensinya, kontribusinya dalam penurunan emisi dan hambatan dalam implementasinya. Tujuan dari Kajian Pengurangan Emisi dari Penggunaan Bahan Bakar Nabati adalah (i) Mengetahui jenis dan potensi berbagai jenis tanaman penghasil BBN, (ii) Mengetahui kontribusi BBN dalam penurunan emisi, (iii) Mengetahui hambatan/masalah dalam pengembangan BBN, dan (iv) Menyusun strategi pengembangan BBN ke depan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan BBN, sebagai energi baru dan terbarukan dan substitusi penggunaan BBM, perlu sesegera mungkin diwujudkan untuk ketahanan dan diversifikasi energi. Mengingat tingkat konsumsi nasional atas BBM subsidi cukup tinggi sehingga menyebabkan pemerintah menanggung subsidi sebesar Rp. 225 triliun atau 17,3% dari APBN P 2013. Pengembangan BBN dapat dilakukan dengan pemilihan jenis tanaman BBN yang potensial baik di kawasan hutan dan kawanan non hutan, seperti kelapa sawit, jarak pagar, nyamplung, kaliandra dan kemiri sunan. Disamping itu, penanaman jenis-jenis tanaman BBN harus disesuaikan dengan tempat tumbuh dan iklimnya dan dipadukan dengan program rehabilitasi hutan dan lahan pada daerah-daerah kritis. Kontribusi penggunaan BBN terhadap penurunan emisi mencapai sekitar 50,13 juta tC per tahun yang dilakukan melalui dua cara, yaitu: (i) peningkatan karbon stok dan penyerapan karbon  melalui (aspek mitigasi kehutanan) penanaman jenis tanaman penghasil BBN (44,87 juta tC per tahun atau 89,2%), dan (ii) peningkatan stock karbon (carbon stock enhancement) melalui (aspek mitigasi energi) penggunanan BBN sebagai pengganti BBM yang bersifat karbon netral/negative (5,26 juta tC per tahun atau 10,8%).Jenis tanaman yang terbaik untuk mitigasi dari BBN adalah kemiri sunan (Reutealis trisferma) karena karena memiliki: (i) faktor serapan emisi tertinggi 123,2 tC/ha/th, (ii) jumlah daun yang rindang yang mencapai sebanyak 80.000 helai per pohonnya, dan (iii) rendemen minyak yang dihasilkannya relatif tinggi sekitar 50%. Hambatan dan kendala dalam pengembangan dan pemanfaatan BBN secara umum adalah: (i) rendahnya pengetahuan budidayanya, (ii) ketidakpastian penanganan pasca panen, (iii) kurangnya sosialisasi proses pengolahannya, (iv) infrastruktur transportasi yang buruk, dan (vi) tanaman BBN kalah bersaing dengan tanaman pangan lainnya. Strategi pengembangan BBN (energi biomas) sebagai substitusi BBM dapat dilakukan melalui: (i) reformulasi konsep DME, (ii) revitalisasi DEN dalam pengurusan dan pengembangan BBN, (iii) pelaksanaan kebijakan pengembangan BBN yang konsisten, (iv) pelaksanaan pembelian BBN yang proaktif dari masyarakat, (v) pengalihan subsidi BBM untuk pengembangan BBN, dan (vi) pengembangan BBN teritegrasi dengan bahan bakar lainnya. Upaya lain untuk menjamin kelangsungan pengembangan dan pemanfaatan BBN adalah kebijakan penyesuaian harga, percepatan infrastruktur pencampuran BBN dan transportasi, serta penerapan kewajiban dan menjamin mutu BBN untuk konsumen.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference