Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Kajian Pasar dan Pendanaan REDD+

Ketua: Raden Deden Djaenuddin S.Si., M.Si.
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2013
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

DKI Jakarta


Abstrak Penelitian

Sumber pembiayaan REDD+ sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dapat berasal dari mekanisme non-pasar dan pasar. Sumber pembiayaan dari pendekatan non-pasar tergantung pada kesepakatan dalam bentuk hubungan kerjasama antara keduan pihak dalam rangka penurunan emisi gas rumah kaca. Sementara pembiayaan dari mekanisme pasar di serahkan sepenuhnya melalui pasar karbon dunia dan dipercaya mampu menyediakan insentif untuk menurunkan emisi yang paling efisien dan efektif. Masih terbatasnya pasar karbon dunia saat ini menjadikan mekanisme non-pasar merupakan opsi yang digunakan. Untuk itu diperlukan kajian untuk mempelajari sumber pembiayaan yang sesuai, efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengukur potensi karbon kredit dari REDD+; (b) mengidentifikasi sumber pendanaan yang sesuai; dan (c) mengidentifikasi instrumen pendanaan REDD+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kredit karbon dari REDD+ ditentukan oleh harga karbon internasional. Dengan menggunakan model OSIRIS, pada tingkat US$ 5 per tCO2-e, menghasilkan kredit karbon sebesar 190 juta tCO2e per 5 tahun. Pada harga USD 10 / tCO2 menghasilkan kredit karbon sebesar 563 juta tCO2. Meskipun demikian mekanisme pasar yang berkembang masih didominasi oleh pasar sukarela dengan volume masih sangat kecil. Tersedia pembiayaan REDD+ yang bersumber dari mekanisme non-pasar, baik dari pemerintah (APBN) maupun luar negeri (hibah dan/atau pinjaman) secara bilateral atau multilateral. Terdapat kelebihan dan kelemahan dari berbagai sumber pendanaan tersebut. Mekanisme pendanaan yang sesuai adalah yang bersumber dan/atau melalui anggaran pemerintah terkait dengan aspek kemudahan, aspek transparansi, ketepatan penggunaan, dan kepemilikan penurunan emisi yang dicapai. Instrumen pendanaan berupa forwardcontract dengan pembayaran di awal merupakan instrumen penyaluaran dana yang sesuai terkait dengan pemenuhan modal awal implementasi REDD+ di tingkat tapak. Permintaan karbon kredit di internasional cenderung menurun berakibat pada kekuatiran terjadinya over supply karbon kredit di pasar karbon sehingga harga karbon kredit turun, diperlukan peranan pemerintah untuk meningkatkan optimalisasi penggunaan berbagai sumber pendanaan perubahan iklim di tingkat internasional dan nasional (publik dan swasta). Di tingkat sub-nasional, diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengelola pembiayaan REDD+.  Disamping itu diperlukannya payung hukum yang mengatur perdagangan karbon.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference