Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Kajian Lanskap Hutan pada Berbagai Kondisi DAS

Ketua: Aneka Prawesti Suka S.Sos., M.SE, M.A.
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2013
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

DAS Kemit Kabupaten Kebumen.


Abstrak Penelitian

Luas kawasan hutan Indonesia dalam proses rasionalisasi sesuai dengan UU No. 41/1999 dan Rencana Kehutanan Tingkat Nasional 2011-2030. Rasionalisasi dimaksudkan agar pemanfaatan hutan dapat dilakukan secara optimal baik dari sisi lingkungan, sosial maupun ekonomi. Kajian ini bertujuan mendukung upaya pemantaban kecukupan luas kawasan hutan dan penutupan hutan pada daerah aliran sungai (DAS) dengan sasaran: (1) tersusunnya informasi tentang konsep kecukupan luas kawasan hutan dalam suatu wilayah DAS dan (2) tersusunnya informasi tentang trade-offs antara fungsi lingkungan dan fungsi ekonomi dalam suatu wilayah DAS. Metode penelitian menggunakan review hasil penelitian sebelumnya, analisis regresi sederhana, dan analisis GIS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dengan merujuk pada ketentuan pasal 18 UU No.41/1999, dilihat dari skala pulau, maka pulau-pulau di Indonesia masih memenuhi ketentuan, yakni memiliki luas minimal 30% (30% di Pulau Jawa hingga 80,5% di Pulau Papua). Sedangkan dari skala DAS, penelitian menghasillkan temuan banyak DAS yang telah memiliki luasan hutan kurang dari 30%. Kebutuhan luas optimal hutan pada tiap DAS berbeda tergantung kondisi biogeofisik bentang lahan dan penggunaan lahan yang lain. Untuk lokasi DAS Kemit di Kabupaten Kebumen, tingkat perekonomian yang dicapai hingga saat ini didukung oleh luasan hutan 32,55%. Regresi untuk mencari trade-offs antara fungsi lingkungan dan fungsi ekonomi menunjukkan peningkatan volume debit Sungai Kemit (fungsi lingkungan) sebesar 1% berpengaruh positif pada peningkatan PDRB dari sektor pertanian di wilayah tersebut (fungsi ekonomi) sebesar 0,215309%. Pengaruh tersebut signifikan pada tingkat 90% dan nilai R2 0,245090. Kestabilan luasan hutan di DAS Kemit juga diperlihatkan oleh hasil analisis GIS di mana tidak ada perubahan drastis dalam luas hutan selama periode 2000-2011.

Luas kawasan hutan Indonesia dalam proses rasionalisasi sesuai dengan UU No. 41/1999 dan Rencana Kehutanan Tingkat Nasional 2011-2030. Rasionalisasi dimaksudkan agar pemanfaatan hutan dapat dilakukan secara optimal baik dari sisi lingkungan, sosial maupun ekonomi. Kajian ini bertujuan mendukung upaya pemantaban kecukupan luas kawasan hutan dan penutupan hutan pada daerah aliran sungai (DAS) dengan sasaran: (1) tersusunnya informasi tentang konsep kecukupan luas kawasan hutan dalam suatu wilayah DAS dan (2) tersusunnya informasi tentang trade-offs antara fungsi lingkungan dan fungsi ekonomi dalam suatu wilayah DAS. Metode penelitian menggunakan review hasil penelitian sebelumnya, analisis regresi sederhana, dan analisis GIS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dengan merujuk pada ketentuan pasal 18 UU No.41/1999, dilihat dari skala pulau, maka pulau-pulau di Indonesia masih memenuhi ketentuan, yakni memiliki luas minimal 30% (30% di Pulau Jawa hingga 80,5% di Pulau Papua). Sedangkan dari skala DAS, penelitian menghasillkan temuan banyak DAS yang telah memiliki luasan hutan kurang dari 30%. Kebutuhan luas optimal hutan pada tiap DAS berbeda tergantung kondisi biogeofisik bentang lahan dan penggunaan lahan yang lain. Untuk lokasi DAS Kemit di Kabupaten Kebumen, tingkat perekonomian yang dicapai hingga saat ini didukung oleh luasan hutan 32,55%. Regresi untuk mencari trade-offs antara fungsi lingkungan dan fungsi ekonomi menunjukkan peningkatan volume debit Sungai Kemit (fungsi lingkungan) sebesar 1% berpengaruh positif pada peningkatan PDRB dari sektor pertanian di wilayah tersebut (fungsi ekonomi) sebesar 0,215309%. Pengaruh tersebut signifikan pada tingkat 90% dan nilai R2 0,245090. Kestabilan luasan hutan di DAS Kemit juga diperlihatkan oleh hasil analisis GIS di mana tidak ada perubahan drastis dalam luas hutan selama periode 2000-2011.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference