Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Analisis Persepsi Multipihak Terhadap Lanskap Hutan

Ketua: Iis Alviya S.P., M.S.E.
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2013
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

DKI Jakarta dan Jawa Barat, DAS Ciliwung


Abstrak Penelitian

Persepsi dan keterlibatan para pemangku kepentingan atau disebut  stakeholder dalam pengelolaan lanskap hutan di suatu unit DAS, merupakan permasalahan dan menjadi penting karena dapat menentukan arah kebijakan pengelolaan kedepannya.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan lanskap hutan, (2) menganalisis persepsi multipihak (stakeholder) terhadap pengelolaan lanskap hutan, dan (3) menganalisis faktor sosial ekonomi dan ekologi yang mempengaruhi persepsi multipihak terhadap pengelolaan lanskap hutan.  Dalam penelitian ini Analisis Stakeholder digunakan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan lanskap hutan, Analisis Deskriptif Kuantitatif digunakan untuk menggambarkan persepsi multipihak terhadap lanskap hutan berdasarkan Skala Likert, dan Model Probabilitas Logit untuk menganalisis faktor sosial ekonomi dan ekologi yang mempengaruhi persepsi multipihak terhadap lanskap hutan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Stakeholder kunci dalam pengelolaan lanskap hutan di DAS Ciliwung adalah BPDAS Citarum-Ciliwung, BBWS Ciliwung-Cisadane, BPSDA, Dinas Kehutanan dan Pertanian Kabupaten Bogor, dan BLH Kabupaten/Kota Bogor. Stakeholder utama yaitu  masyarakat yang tinggal di hulu, tengah dan hilir DAS Ciliwung, PT Gunung Mas, Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, dan makelar tanah.  Stakeholder penunjang adalah Pemda DKI Jakarta, Pemda Provinsi Jawa Barat, Dinas Tata Bangunan Kabupaten Bogor, Kementerian Kehutanan, Kementerian PU, Kementerian Lingkungan Hidup, LSM dan Perguruan Tinggi; (2) Berdasarkan persepsi masyarakat permasalahan sosial ekonomi merupakan prioritas utama yang harus diatasi dalam proses pengelolaan lanskap hutan diikuti oleh permasalahan kelembagaan dan biofisik. Berdasarkan persepsi pemerintah, akar permasalahan utama dalam pengelolaan lanskap hutan di hulu DAS adalah faktor kelembagaan dan biofisik, urutan selanjutnya adalah permasalahan sosek. Hasil rekonsiliasi yang menjembatani antara persepsi masyarakat dan pemerintah maka dihasilkan bahwa permasalahan kelembagaan menjadi prioritas utama yang harus diatasi, diikuti oleh permasalahan sosial ekonomi sebagai prioritas kedua dan yang ketiga adalah permasalahan biofisik; dan (3) Variabel sosial ekonomi dan ekologi (pendidikan, partisipasi angkatan kerja, luas lahan, pendapatan, dan perbedaan topografi) tidak berpengaruh nyata dalam mengubah perilaku sosial masyarakat untuk melakukan kegiatan rehabilitasi. Namun demikian, berdasarkan hasil kajian dari kegiatan ini untuk membangkitkan semangat masyarakat hulu melakukan rehabilitasi maka diperlukan stimulus ekonomi untuk meningkatkan perekonomian mereka dan salah satunya adalah dengan pemberian insentif melalui Mekanisme Jasa Lingkungan dari hilir ke hulu DAS Ciliwung.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference