Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Kajian faktor emisi dan serapan

Ketua: Mega Lugina S.Hut., M.For.Sc.
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2011
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan


Abstrak Penelitian

Kegiatan inventarisasi GRK kehutanan memerlukan data yang akurat dan metode yang diakui internasional.  Metode perhitungan emisi yang saat ini sudah terakreditasi dan keakuratan telah diakui secara internasional adalah metode Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).  Terdapat 3 tingkat keakuratan atau kerincian metodologi dalam IPCC GL 2006 (IPCC, 2006), yaitu: (1) Tier 1, dimana untuk data kegiatan menggunakan pendekatan non spasial, sedangkan untuk faktor emisinya menggunakan data default IPCC, (2) Tier 2, data kegiatan menggunakan peta, hasil survey, dan data statistik nasional/lokal. Sedangkan untuk faktor emisi Tier 2 menggunakan data spesifik dari tiap negara (nasional/lokal) untuk beberapa jenis hutan yang dominan; (3) Tier 3, menggunakan data spasial dari interpretasi penginderaan jauh dengan resolusi tinggi, sedangkan faktor emisi dihitung dengan menggunakan data cadangan karbon dari inventarisasi nasional yang diukur secara berkala atau dengan modeling. Ketersediaan data faktor emisi dan serapan di Indonesia masih sangat terbatas dan belum terintegrasi dalam satu database.  Meskipun IPCC telah menyediakan angka-angka default, masih sangat diperlukan data yang bersifat lokal guna meningkatkan tingkat keakuratan pengukuran emisi.  Hal ini sangat diperlukan dalam mendukung mekanisme perdagangan karbon dan berimplikasi pada tingginya harga karbon yang akan diterima.  Untuk mendukung hasil perhitungan emisi yang lebih akurat, diperlukan data faktor emisi dan serapan yang bersifat lokal, yang dapat diperoleh melalui hasil review terhadap studi atau kegiatan yang sudah dilakukan atau melalui kegiatan penelitian.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference