Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Analisis sosial budaya REDD

Ketua: Aneka Prawesti Suka S.Sos., M.SE, M.A.
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2011
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur dan Desa Cimungkal, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat


Abstrak Penelitian

Secara konseptual, hutan sangat berperan dalam mitigasi perubahan iklim terutama karena pengaruhnya kandungan karbon di atmosfer. Peran tersebut tergantung pada apakah hutan dipelihara dengan baik sehingga menyerap karbon lebih tinggi atau dibiarkan mengalami deforestasi dan degradasi sehingga melepaskan lebih banyak karbon. Upaya peningkatan penyerapan karbon melalui REDD+ dilakukan untuk memenuhi target pengurangan emisi dari sektor kehutanan sebesar 14% di samping untuk mendapatkan insentif yang bisa diperoleh pada saat pasar karbon berjalan nantinya. Dari sisi operasionalisasi, bagaimana target tersebut dapat terwujud dan diakui secara internasional memerlukan penguasaan terhadap berbagai aspek mulai dari segi teknis metodologi hingga aspek sosial ekonomi dan kebijakan nasional. Merujuk pada Strategi REDD-Indonesia, Fase Readiness 2009-2012 dan Progres Implementasinya maka saat ini Indonesia berada pada tahap kedua (readiness phase) yakni tahap penyiapan metodologi dan kebijakan REDDI (Kemenhut, 2010).

Salah satu kebijakan yang perlu disiapkan dalam kerangka Strategi REDD-Indonesia dan Strategi Nasional REDD+ tersebut adalah bagaimana mengikutsertakan masyarakat dengan segala atribut dan kebiasaannya untuk turut mendukung keberhasilan implementasi REDD+. Keberadaan mereka tidak dapat diabaikan mengingat terdapat sekitar 2 juta KK dari 19.420 desa yang berada di dalam atau sekitar kawasan hutan yang tersebar di 32 provinsi (Ditjen Planologi, 2011). Sebagaimana diketahui, masyarakat sekitar hutan menjadi aktor penting yang harus diperhitungkan karena aktivitas kehidupannya yang bersinggungan langsung dengan hutan. Perlu dipikirkan suatu cara agar aktivitas masyarakat tersebut berkontribusi pada penyerapan karbon dengan mengakomodasi kebiasaan dan sosial budaya masyarakat yang positif. Kajian dan penyebarluasan informasi tentang REDD+ di kalangan masyarakat setempat masih sangat dibutuhkan untuk mewujudkan dukungan masyarakat secara bulat terhadap kegiatan REDD+ sesuai dengan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC).

Sebagai bagian dari Rencana Penelitian Integratif (RPI) “Ekonomi dan Kebijakan Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi” Badan Litbang Kehutanan 2010–2014 (Puslitsosekjak, 2009), kajian ini berusaha mendukung terpenuhinya tujuan RPI tersebut yakni menghasilkan rekomendasi strategi iptek sosek dan kebijakan dalam mendukung implementasi REDD+ berdasarkan aspek sosial ekonomi masyarakat.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference