Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Judul Penelitian

Penguatan Kelembagaan Perhutanan Sosial Dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Ketua: Dra Setiasih Irawanti M.Si
Analisis
Identitas Penelitian
Anggota Penelitian
Lama: 12 bulan, Tahun: 2017
Dana: Rp.0,00
Lokasi :

Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung


Abstrak Penelitian

Kegiatan perhutanan sosial merupakan salah satu upaya mengurangi kemiskinan di Indonesia.  Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dari produk perhutanan sosial.  Produk perhutanan sosial yang mendukung ketahanan pangan sudah banyak dieksplorasi dan dikaji, sasaran utama penelitian ini adalah penguatan kelembagaan di tingkat tapak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kelembagaan pemasaran produk pangan dari hutan kemasyarakatan (HKm) dan hutan rakyat (HR), mengidentifikasi kesediaan pelaku bisnis untuk bermitra dengan masyarakat, dan penguatan kelembagaan pemasaran produk pangan dari HKm dan HR. Penelitian dilakukan di HKm Tanggamus KPHL Batu Tegi Provinsi Lampung dan HR di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi dengan pertimbangan ketersediaan data potensi perhutanan sosial yang mendukung ketahanan pangan dari penelitian tahun 2015 dan 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis stakeholders dan analisis social capital.

Hasil penelitian menunjukan bahwa penguatan kelembagaan pemasaran produk perhutanan sosial memerlukan intervensi dari berbagai pihak. Petani perlu bimbingan dan pendampingan dari parapihak yang berwenang dalam pengelolaan hutan. Kepercayaan masyarakat kepada pengelola kawasan hutan menjadi modal sosial utama untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan hutan lestari. HKm Tanggamus di KPHL Batu Tegi menghasilkan pangan kopi, lada, kakao, pala, kemiri, durian dan berbagai produk MPTS. Pada penelitian tahun 2015 dilakukan intervensi untuk meyakinkan calon mitra bisnis eksportir kopi bahwa kopi yang dihasilkan oleh HKm Tanggamus adalah legal karena HKm mempunyai IUPHKm dari pemerintah. Dengan bimbingan dan arahan yang intensif dari Kepala KPHL Batu Tegi, eksportir kopi PT. LDC kemudian bersedia bermitra dengan anggota HKm dalam bentuk kontrak dagang sehingga dibentuk Koperasi Mandiri Lestari. HR di Kecamatan Surade menghasilkan padi, kacang tanah, hiris, pepaya, sagu, ganyong, kunyit yang dipasarkan kepada tengkulak. Kelembagaan pemasaran produk pangan dari HR belum terbentuk, masing-masing petani menjual sendiri hasil pangannya. Hal ini merupakan tantangan bagi pengelola kemitraan HR agar hasil–hasil pangan tanaman tumpang sari dari bawah tegakan jati dapat dipasarkan secara luas supaya dapat meningkatkan pendapatan petani.

Gambar Penelitian
Publikasi Penelitian
Jurnal

Conference