Search
Profile
Collection
Collaborative Research
PUI
Journal Info

Title

Pembagian Wilayah Pemanfaatan Adat Di Kabupaten Jayawijaya : (Sebuah Pendekatan Sosiologis Suku Dani) (view : 110x)

Author
Anggota :

Penulis lain :

Irma Yeny

Journal Info

Journal Name : Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan | Volume : 07 | No. : 3 | Year : 2010

Abstract

Pegembangan wilayah di Papua umumnya dan Jayawijaya khususnya selalu dihadapkan pada konflik lahan. Pemahaman yang sama tentang wilayah tersebut diharapkan mampu meminimalkan konflik lahan yang berdampak positif pada pembangunan wilayah selanjutnya. Tulisan ini menggambarkan unsur-unsur kebudayaan dalam wilayah pemanfaatan adat suku Dani di Kabupaten Jayawijaya yang dapat dijadikan perhatian serius dalam melakukan pembangunan wilayah dan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode deskriptif teknik survey pada 20 orang responden. Analisis dilakukan melalui analisis perencanaan sosial yang didasari spekulasi atau idamidaman pada keadaan sempurna (Soekamto, 1990).Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 pembagian wilayah adat yang dikenal dengan okama (areal hutan) dan Uma- selekma (wilayah pemukiman dan pengelolaan). Terdapat 4 (empat) aturan adat dalam pemanfaatan sumberdaya antara lain 1) aturan hak ulayat, 2) aturan pemanfaatan tanah, 3) aturan pemanfaatan hutan dan 4) aturan pemanfaatan air. Pembagian wilayah adat berdasarkan suku/klen telah mengatur tata guna lahan secara universal yang berdampak pada terciptanya kesejahteraan yang hakiki dimana terdapat kedamaian hidup antara sesama manusia serta hubungan yang harmonis antar manusia dengan lingkungan alam. Adanya hubungan struktur sosial dan struktur ekonomi masyarakat suku Dani secara tidak langsung telah membentuk sistem norma yang memungkinan kerjasama para anggota masyarakat didalam upaya menguasai alam sekelilingnya. Sistem norma dalam aktifitas pertanian yang ada saat masih berada pada taraf tradisional sehingga terkesan dapat memperlambat pembangunan masyarakat. Perubahan tersebut dapat dilakukan pada unsur-unsur budaya yang terbelakang seperti : 1) alat-alat teknologi, khususnya peralatan pertanian dan rumah tinggal yang modern yang memenihi syarat-syarat kesehatan, 2) meningkatkan perekonomian dengan melakukan intensifikasi lahan pertanian (Agroforestry) dan pola ternak yang efektif, 3) melakukan perubahan pola hidup sehat dan mengupayakan rumah hanya dihuni oleh satu keluarga inti sehingga dapat mengurangi ketergantungan hidup dalam satu rumah. 4) Meningkatkan peran kepala suku dalam memberikan pengertian pada masyarakat suku Dani tentang pentingnya perubahan hidup ke arah yang lebih baik khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Adanya kepercayaan yang kuat kepada seorang kepala suku berpeluang terjadinya perubahan melalui pemimpin adat yang mau melakukan perubahan. 

File : Download (hits : 81x)